Lompat ke konten utama
Nihongo Gen Z Class

Proses ke Jepang

Waspada penipuan: cek dulu, baru percaya.

Banyak orang kehilangan jutaan rupiah, bahkan terjebak kerja ilegal, karena percaya tawaran kerja ke Jepang yang terlihat meyakinkan. Pelajari ciri-cirinya di sini sebelum kamu transfer atau menyerahkan dokumen apa pun.

Yang perlu kamu tahu dulu

Aturan-aturan ini melindungimu. Kalau ada yang menyuruhmu melanggarnya, itu tanda bahaya.

Pencari kerja tidak bayar agen Jepang

Menurut UU Penyaluran Kerja Jepang (職業安定法), agen penyalur berizin dilarang memungut biaya dari pencari kerja untuk pekerjaan seperti Tokutei Ginou. Komisi agen dibayar oleh perusahaan.

Tidak boleh ada uang jaminan atau denda

Aturan Tokutei Ginou melarang kontrak yang mewajibkan uang jaminan (保証金) atau denda kalau kamu keluar kerja (違約金). Perusahaan Jepang wajib memastikan kamu tidak terikat perjanjian seperti ini.

PMI tidak boleh dibebani biaya penempatan

UU No. 18 Tahun 2017 Pasal 30 menyatakan Pekerja Migran Indonesia tidak dapat dibebani biaya penempatan. Yang kamu bayar sendiri hanyalah biaya pribadi yang jelas: paspor, ujian, medical, visa, dan sejenisnya (lihat halaman Biaya).

Calo perseorangan itu ilegal

UU 18/2017 melarang orang perseorangan menempatkan pekerja migran, dengan ancaman pidana penjara dan denda besar. "Kenalan yang punya jalur" bukan jalur resmi.

Ujian tidak bisa dititip

JFT-Basic dan Skill Test diambil sendiri di tempat tes resmi (Prometric) memakai identitasmu. Hasilnya kamu lihat sendiri di akunmu. Tidak ada "lulus tanpa ujian" atau sertifikat yang bisa dibeli.

Kerja wajib pakai visa kerja

Kerja di Jepang harus dengan status Tokutei Ginou (特定技能). Visa turis, visa waiver, atau visa kunjungan tidak boleh dipakai bekerja. Pelanggarnya bisa dideportasi dan dilarang masuk Jepang bertahun-tahun.

10 ciri-ciri penipuan

Satu ciri saja sudah cukup alasan untuk berhenti dan mengecek ulang.

  1. Minta transfer duluan sebelum kamu diterima kerja"DP 5 juta dulu buat booking job order, slotnya tinggal 2."
  2. Menjanjikan pasti lolos atau berangkat super cepat"Dijamin berangkat 2 bulan, nggak perlu tes, nggak perlu bisa bahasa Jepang."
  3. Transfer ke rekening pribadi atau e-walletNama pemilik rekening beda dengan nama perusahaan atau lembaga yang disebut.
  4. Tidak jelas perusahaannya siapaTidak mau menyebut nama perusahaan Jepang, alamat, atau nomor izin. Komunikasi cuma lewat DM/WA.
  5. Gaji atau fasilitas yang tidak masuk akal"Gaji 50 juta per bulan, apartemen gratis, kerja santai."
  6. Menawarkan joki ujian atau sertifikat"Sertifikat JFT/Skill Test bisa diurus, tinggal bayar."
  7. Menyuruh berangkat pakai visa turis"Masuk pakai visa kunjungan dulu, nanti diurus di sana."
  8. Menahan paspor, ijazah, atau dokumen asli"Paspor dan ijazah asli kami simpan sebagai jaminan."
  9. Kontrak tidak ada, atau bahasanya tidak kamu pahami"Kontraknya nanti di Jepang saja." Atau kamu disuruh tanda tangan kontrak berbahasa Jepang tanpa penjelasan.
  10. Mendesak dan melarang kamu bertanya ke orang lain"Harus transfer hari ini. Jangan cerita dulu ke keluarga, nanti slotnya diambil orang."

Modus yang sering terjadi

Lowongan palsu di media sosial

Poster lowongan "kerja di Jepang" di Facebook, TikTok, atau grup WA dengan gaji besar, lalu minta biaya pendaftaran, medical, atau "proses visa" ke rekening pribadi. Setelah transfer, akunnya hilang.

Mengatasnamakan lembaga resmi atau brand terkenal

Pelaku mengaku dari kedutaan, KP2MI, perusahaan Jepang ternama, atau LPK/kelas yang kamu kenal (termasuk Nihongo Gen Z Class). Mereka memakai logo dan foto curian supaya terlihat meyakinkan.

COE atau surat penerimaan palsu

Kamu dikirimi "COE" atau "LoA" lalu diminta bayar untuk mengambilnya. COE asli diterbitkan Imigrasi Jepang atas pengajuan perusahaanmu dan tidak diperjualbelikan.

Dana talang yang menjerat utang

Biaya proses "ditalangi" dulu, lalu dipotong dari gaji dengan bunga dan denda besar. Kamu jadi tidak bisa pindah kerja karena terikat utang. Minta semua perjanjian tertulis dan hitung total yang harus dibayar.

Joki ujian dan sertifikat palsu

Sertifikat palsu akan ketahuan saat perusahaan atau Imigrasi mengecek datanya. Uangmu hilang, dan kamu bisa diblokir dari ujian dan proses visa.

Kerja "sementara" pakai visa turis

Kamu diberangkatkan dengan visa kunjungan dan dijanjikan "diurus di sana". Hasilnya kamu bekerja ilegal tanpa perlindungan, dan berisiko ditangkap serta dideportasi.

Cek ini sebelum percaya tawaran apa pun

Centang satu per satu. Kalau ada yang belum bisa dicentang, jangan lanjut dulu. Centanganmu tersimpan di perangkatmu sendiri.

Alat cek resmi

Semuanya gratis. Minta nama perusahaan, nomor izin agen, atau nomor RSO, lalu cocokkan sendiri di sini.

Kalau kamu sudah terlanjur jadi korban

  1. Stop transfer. Pelaku sering minta “biaya tambahan” supaya uangmu bisa kembali. Jangan dituruti.
  2. Simpan semua bukti: screenshot chat, profil dan nomor pelaku, bukti transfer, poster lowongan, dan kontrak.
  3. Hubungi bank-mu secepatnya dan minta rekening tujuan diblokir. Makin cepat, makin besar peluang dananya tertahan.
  4. Laporkan ke kanal resmi di bawah. Kalau kamu sudah di Jepang dan bermasalah dengan perusahaan atau agen, hubungi FRESC atau KBRI.
  5. Ceritakan ke keluarga dan peringatkan teman. Kamu tidak salah, dan ceritamu bisa mencegah orang lain jadi korban berikutnya.

Tentang Nihongo Gen Z Class

Kami adalah tempat belajar bahasa Jepang, bukan agen penyalur kerja. Kami tidak menjanjikan penempatan kerja dan tidak memungut biaya penempatan. Yang kami jual hanya kelas dan materi belajar dengan harga yang jelas. Kalau ada yang mengaku dari kami dan menawarkan pekerjaan atau meminta transfer, itu bukan kami. Akun resmi kami hanya:

Sebelum menerima tawaran kerja, pakai juga checklist “Sebelum bilang YES” dan cek rincian biaya resmi di halaman Biaya.